torehan tinta dari kumpulan yang terbuang

Rabu, 02 Mei 2012

Sependar Rindu



Saat kumulai menata hati dan pikiran serta niat untuk kembali menemui gunung, untuk menyusuri semak belukar, mendaki menembus malam, satu yang kurindukan, mengalahkan rinduku pada puncak tinggi. Aku rindu pada kabut gunung. Kabut yang merayap seolah mampu mengalahkan malam dingin hampir tak bercahaya. 

Saat kuangkat ransel gunungku, mulai kulangkahkan kaki menuju tempat yang bagiku menimbulkan rasa damai, semakin hangat kurasa hati walau dingin alam membahana. Semakin tak kuasa aku menahan rindu, saat dari kaki gunung rumahmu, aku lihat ribuan pendar cahaya langit berusaha menepis kabut.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...