penuh tanda tanya kedamaian nyata
pikirku terlalu naif padamu
sungguh inginku terlahir tua kini
dan muda sebaya kala waktumu ada
dan semua kini berbicara tentangmu
ucapmu buah bibir mereka
laku caramu,
seolah tauladan mereka
semangatmu masih membara dalam jiwa yang berbeda
jiwa mereka,
entah apa yang ku rasa
cemburukah hati ini
atau merindu teringat padamu
mungkin tanda tanya siapa kau sebenarnya,
"kini tanya itu telah terjawab bagimu"
suatu hari yang biasa
yang telah lama kita ketahui
kau haturkan jiwamu kesana
dan tiada yang tahu itulah tiba waktumu
ketika tawa canda berubah duka
dekap peluk kawanmu bukan lagi kebanggaan
serta merta tangis turut dalam wajahnya
perjuangan akhir dalam bingkai memory
namun itu senyummu
karena kau tak akan merasa resah lagi bukan?
sebelumnya kau titipkan cemara itu
kau titipkan batu itu
tak luput senyum serta candamu untuk orang-orang disana
namun bukan aku
karena aku pun bahkan belum tercipta,
betapa iri-nya daku
dan pulanglah dalam sayu-sayu kelesuanmu yang candu
aku masih disini,
dan berbicara selembut tuturmu
memintamu minum susu dan terpejam lelap
menanti untuk membenarkan letak leher kemejamu,
bukan niat meratakan ku dengannya, namun saja hanya mencoba merasa jika puisinya untuk aku,
karena aku tak kan pernah sebanding dengan siapapun, bukankah kita semua berbeda, terkecuali
dalam cinta.
disini kami merindumu,
dalam bait-baitmu,
dalam kenangan yang kau toreh
serta cerita perjuanganmu dulu kala
kami hadir dalam generasi setelahmu
namun, maaf.. mungkin tidak terlalu pandai membaca pesanmu
doa kami disini,
dan tenanglah kau disana.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar