torehan tinta dari kumpulan yang terbuang

Senin, 17 Oktober 2011

Cahaya Bulan (Ost.Gie)


akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui,
apakah kau masih selembut dahulu memintaku minum susu
sambil membenarkan letak leher kemejaku



kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
lembah mandalawangi
kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra
lebih dekat

apakah kau masih akan berkata
kudengar dekap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam CINTA

cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yang takkan pernah aku tahu dimana jawaban itu
bagai letusan berapi bangunkanku dari mimpi
sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...