![]() |
Sering kita berpikir bahwa berbagai masalah dan problem pada masa lalu akan bisa kita tinggalkan begitu saja dan akan hilang seiring berjalannya waktu, baik itu berupa masalah tentang hubungan dengan seseorang, cita-cita, karir, hingga trauma yang berkepanjangan dan masalah-masalah lain. Namun, pada kenyataannya ada beberapa di antaranya yang kembali menghantui kita terutama bila problem itu belum benar-benar kita tuntaskan. Biasanya unfinished business ini terjadi karena orang hanya ingin cepat melupakan sesuatu, menganggap sepele ataupun tidak berani menghadapi kenyataan. Akibatnya berbagai masalah itu, pada saat itu memang tampak seakan-akan selesai. Namun, tatkala waktu mulai berjalan, banyak orang yang menyadari bahwa kehidupan mereka tidak bisa betul-betul dinikmati dengan bahagia sebelum mereka menyelesaikan apa yang dilakukan pada masa lalu.
Maka dari itu mulai sekarang, pikirkanlah kembali hal-hal apa sajakah yang telah Anda tunda, Anda biarkan tergeletak begitu saja ataupun masalah-masalah yang Anda coba lupakan begitu saja. Ingatlah, ada kemungkinan besar semuanya akan kembali menghantui Anda di suatu saat nanti. Karena itu jauh lebih baik ketika ada kesempatan bagi kita untuk menyelesaikannya saat ini daripada menunggu waktu lebih lama untuk diselesaikan. Lagipula, ada masalah-masalah yang kita anggap begitu besar pada masa lalu yang ternyata bisa diselesaikan hanya dengan suatu langkah sederhana.
Dalam bukunya yang berjudul Unfinished Business, Lee Kravits mengatakan “ menyelesaikan urusan-urusan dalam hidup kita yang belum terselesaikan akan bisa mentransformasikan hidup kita secara luar biasa.” Lee Kravits juga memberikan beberapa langkah untuk menyelesaikan masalah-masalah masa lalu kita. Pertama, daftar kembali hal-hal yang belum kita selesaikan di masa lalu. Dalam hal ini pikirkan kembali apa saja yang telah Anda biarkan atau coba Anda lupakan tetapi ternyata mengganggu dan berpeluang menghambat Anda di masa depan. Kedua, hadapi ketakutan dan masalah Anda tersebut. Memang ada resiko buat Anda dalam mencoba menyelesaikan hal tersebut. Ada resiko ditolak, dicibir, dicemooh ataupun dicaci maki. Namun, ada baiknya Anda mencoba melakukan sesuatu daripada hingga akhir hayat Anda harus menghadapi kenyataan bahwa Anda adalah seorang “ penakut “ ataupun “ pengecut “ yang tak pernah berani menyelesaikan masalah Anda dan menyesal sampai ajal menjemput. Ketiga, mulailah Anda melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan hal itu. Misalkan dengan menghubungi kembali, membuat kontak secara tidak langsung, membuat surat ataupun email untuk memperbaiki sebisa mungkin hal-hal yang bisa dilakukan. Keempat, lakukan suatu janji di kehidupan Anda pada masa yang akan datang, apa yang tidak akan Anda lakukan dan apa yang Anda lakukan jika menghadapi situasi ataupun kondisi yang sama. Kelima, adalah mencoba untuk melihat apa pembelajaran dan hal-hal yang dipetik dari pengalaman menyelesaikan unfinished business tersebut.
Maka dari itu mulai sekarang, pikirkanlah kembali hal-hal apa sajakah yang telah Anda tunda, Anda biarkan tergeletak begitu saja ataupun masalah-masalah yang Anda coba lupakan begitu saja. Ingatlah, ada kemungkinan besar semuanya akan kembali menghantui Anda di suatu saat nanti. Karena itu jauh lebih baik ketika ada kesempatan bagi kita untuk menyelesaikannya saat ini daripada menunggu waktu lebih lama untuk diselesaikan. Lagipula, ada masalah-masalah yang kita anggap begitu besar pada masa lalu yang ternyata bisa diselesaikan hanya dengan suatu langkah sederhana.
Dalam bukunya yang berjudul Unfinished Business, Lee Kravits mengatakan “ menyelesaikan urusan-urusan dalam hidup kita yang belum terselesaikan akan bisa mentransformasikan hidup kita secara luar biasa.” Lee Kravits juga memberikan beberapa langkah untuk menyelesaikan masalah-masalah masa lalu kita. Pertama, daftar kembali hal-hal yang belum kita selesaikan di masa lalu. Dalam hal ini pikirkan kembali apa saja yang telah Anda biarkan atau coba Anda lupakan tetapi ternyata mengganggu dan berpeluang menghambat Anda di masa depan. Kedua, hadapi ketakutan dan masalah Anda tersebut. Memang ada resiko buat Anda dalam mencoba menyelesaikan hal tersebut. Ada resiko ditolak, dicibir, dicemooh ataupun dicaci maki. Namun, ada baiknya Anda mencoba melakukan sesuatu daripada hingga akhir hayat Anda harus menghadapi kenyataan bahwa Anda adalah seorang “ penakut “ ataupun “ pengecut “ yang tak pernah berani menyelesaikan masalah Anda dan menyesal sampai ajal menjemput. Ketiga, mulailah Anda melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan hal itu. Misalkan dengan menghubungi kembali, membuat kontak secara tidak langsung, membuat surat ataupun email untuk memperbaiki sebisa mungkin hal-hal yang bisa dilakukan. Keempat, lakukan suatu janji di kehidupan Anda pada masa yang akan datang, apa yang tidak akan Anda lakukan dan apa yang Anda lakukan jika menghadapi situasi ataupun kondisi yang sama. Kelima, adalah mencoba untuk melihat apa pembelajaran dan hal-hal yang dipetik dari pengalaman menyelesaikan unfinished business tersebut.
Anthony Dio Martin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar