Aku termenung di tepian pantai, memandang lurus ke garis cakrawala. Melepas angan terbang bersama camar yang melintas.
Lalu wajahmu memendar di hamparan layar jingga angkasa,
Matahari perlahan menyelinap di balik kaki langit….
Sebentar lagi malam datang menawarkan kelam, seperti hatiku.......?
Mengapa senja tak pernah tinggal abadi, begitu pula cinta.......?
Senja pun beranjak menua, aku masih duduk di tepian pantai, membiarkan lidah ombak menjilati kakiku dan angin laut menampar wajahku…….
Sejak mengenalmu aku seperti menemukan oase di tengah gurun gersangnya hatiku dan tanpa sadar aku mulai menanam harapan di ladang ketidakpastian,, yang pada kenyataannya aku bagai menerbangkan layang-layang ke angkasa dan kemudian putus tersapu oleh angin…..
Tapi aku tak mau kehilangan layang-layang itu.Ku kejar, ku raih dan akhirnya ku dapatkan kembali layang-layang itu meski kini tak mungkin aku menerbangkannya lagi,,, tapi bolehkan ku hanya tuk sekedar menyimpannya......?
Senja berubah keunguan,, awan menggelung dan mendung
pun menggantung. Masihkah ada angin tuk aku menerbangkan layang-layang itu lagi.................???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar